Total Tayangan Halaman

Minggu, 11 November 2012

contoh naskah orasi


NASKAH ORASI CIREBONKU
Oleh : Dede Indriyana
Himpunan Mahasiswa Islam

Salam perjuangan..
Selamat pagi kawan ku..kawan seperjuangan..
 
Kota cirebon dengan segala potensi nya merupakan hal yang harus menjadi bahan perhatian kita bersama. Karna cirebon memiliki semua aspek yang meliputi pertanian, perikanan perhutanan dan wisata budaya. Dengan luas Lahan pertanian seluas 14.185 hektar dan lahan pengembangan tambak udang dan bandeng 500 Ha,tersebar di Kecamatan Kapetakan, Babakan, Losari, Astanajapura dan tempat lainnya. Cirebon juga sebagai salah satu kota yang memiliki perekonomian pasar terhitung tinggi dengan berjejer nya pedagang tingkat menengah kebawah hingga mall sebagai regulasi keuangan di kota cirebon.
Namun di samping itu banyak juga permasalahan di kota cirebon karna masih banyak warga masyarakat yang di bawah sejahtera. Selain itu sudah merebah nya degradasi moral remaja hal tersebut di buktikan oleh hasil survey yang dilakukan Komnas PA cirebon merupakan salah satu kota yang memiliki tingkat pergaulan bebas dan remaja tidak perawan dengan presentase yang tinggi baik itu pelajar atupun bukan pelajar. Jangan sampai dari luar cirebon terkenal dengan kota nya para wali namun di dalam nya awut awutan.
Oleh karena itu pendidikan di kota cirebon harus kembali pada pendidikan moralitas yang bukan hanya aspek kognitif yang di tekan kan ada hal yang lebih harus di tekankan yaitu pendidikan akhlaqul karimah. Karna bagaimana jadinya masa depan kota cirebon jika generasi masa depan nya sudah mengalami degradasi moral yang fatal.
Selaku bagian dari kota cirebon mari bersama sama kita pupuk kembali kesadaran kita di hari pahlawan ini, karna para pahlawan mati – matian mengorbankan apapun yang mereka punya demi kemerdekaan Indonesia, terlebih kota cirebon.
HIDUP RAKYAT..!!!

aku dan renungan hari pahlawan


REFLEKSI PERINGATAN HARI PAHLAWAN

Pahlawan adalah jiwa nusa dan bangsa
Pahlawan adalah pejuang kemerdekaan Indonesia
Pahlawan simbol pengorbanan tiada tara
Pahlawan adalah mereka dan kita..

  Abdul Muis, Ki Hajar Dewantara, dr. Soetomo, Haji Ahmad Dahlan, Cut Nyak Dhien dan Raden Ajeng Kartini hanyalah beberapa nama dari sekian banyak nama pahlawan kemerdekaan dan pahlawan revolusi Negara indonesia. Mereka mengorbankan jiwa, raga dan harta yang mereka punya hanya untuk membebaskan rakyat indonesia dari tindasan, cercaan dan pengeksploitasian para penjajah yang haus akan keserakahan. Tangisan dan rintihan seolah melekat dalam keseharian rakyat indonesia. Anak kecil yang kelaparan, pemuda – pemuda yang terus di paksa bekerja dan perempuan – perempuan yang di injak – injak kehormatanya tak ada harga sedikitpun di mata para penjajah yang merupakan derita yang amat terasa dan membekas dalam jiwa.

Kemerdekaan yang kini kita nikmati dan kita rasakan ini bukanlah hadiah ataupun pemberian para penjajah. namun kemerdekaan di dapat kan melalui perjuangan keras dan pengorbanan para pahlawan dan seluruh rakyat indonesia. Jelas mereka  bukan tidak memiliki tujuan melakukan berbagai  perlawanan terhadap para penjajah yang mencoba merebut bangsa ini dan para pahlawan tentu tidak ingin secuil tanah subur ini jatuh terlalu lama dalam genggaman para penjajah dan mengembalikan harkat derajat bangsa.
10 november sering kita gembor gemborkan sebagai peringatan hari pahlawan. Bukan hanya pelajar, guru atau pun pegawai, semua warga masyarakat ikut berpartisipasi dalam memperingati hari pahwan yang kerap di isi oleh upacara, tabur bunga bahkan perlombaan yang seringa kali membuat mereka tersenyum tanpa mengerti akan essensi peringatan hari pahlawan. Jelas sekali itu adalah perayaan yang tidak penting. Bagaimana tidak, apakah membalas pengorbanan hanya cukup dengan upacara atau pun tabur bunga tahunan??
Oleh karena itu marilah kita isi kemerdekaan ini dengan kesadaran mengabdikan diri pada bangsa dengan sebenar – benar nya. Jangan sampai pengorbanan para pahlawan sia – sia, mulai dari diri kita masing – masing  dan semoga kita menjadi pahlawan masa kini dalam mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.